Sisi Lain Kehidupan Mereka Yang "Hitam"

Diposkan oleh Jimox

Jangan berpikir kalau saya sedang membuat tulisan yang berbau rasisme ya! Karena saya sepenuhnya pendukung gerakan anti-rasisme:), meminjam slogannya FIFA tentang anti-rasisme, “Let’s Kick Racism Out From Our Earth! :D”… Kalangan hitam yang saya maksud disini bukanlah kelompok orang hitam, Black Community, Black Car Community, maupun Black Motor Community. Pemilik sisi lain kehidupan yang saya maksud disini adalah saudara-saudara kita yang (menurut orang-orang) kurang beruntung karena menyandang tuna netra. Ya, merekalah kelompok orang yang kehidupanya benar-benar hitam, jauh lebih hitam pekat dari hitamnya hidup yang sering kita keluhkan ini. Saya rasa kita semua setuju akan hal ini.

Kehidupan mereka memang hitam dalam arti yang sebenarnya, karena sepanjang hidup mereka, entah saat terjaga ataupun tertidur, yang mereka lihat hanyalah kegelapan. Satu-satunya warna yang mereka tahu hanyalah warna hitam. Ada beberapa diantara para penyandang tuna netra ini yang mengalami kebutaan sejak lahir, sejak kecil, dan ada pula yang setelah dewasa baru mengalami kebutaan dengan berbagai sebab. Ada yang hanya mengalami kebutaan sementara namun tak sedikit pula yang sepanjang hidupnya harus melihat “kegelapan”.

Dan sungguh menyedihkan ketika saya mengetahui bahwa beberapa diantara mereka lebih memilih untuk tidak hidup lebih lama, lantaran tidak sanggup jika harus menjalani hidup dalam dunia yang “hitam”. Mungkin karena kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat sehingga semangat hidupnya pudar, mungkin juga karena mereka belum mampu memaknai hidup yang sesungguhnya…ah, entahlah…

"Namun apakah mereka yang menyandang tuna netra tidak memiliki sisi menyenangkan dalam hidupnya?"

Beberapa hari yang lalu saat melihat tayangan Metro Sport, di segmen terakhir disajikan sebuah berita tentang kejuaraan sepak bola bagi para penyandang tuna netra, dan tak tanggung-tanggung labelnya pun kejuaraan dunia! Menyaksikan liputan itu membuat saya mengerti bahwa dunia merekapun sama indahnya dengan dunia kita.
Saya begitu salut melihat mereka bermain bola, sungguh suatu kombinasi intuisi dan teknik yang sangat baik dalam mencetak gol. Seandainya saya yang harus ikut tampil disana dengan mata tertutup, saya tidak yakin mampu mengimbangi mereka…

Saat melihat aksi mereka ketika mencetak gol saya pun terbayang betapa bahagianya perasaan mereka, mungkin gol mereka tidak secantik yang biasa dicetak Marco Borrielo, namun soal prouding golnya saya yakin bahwa gol mereka jauh lebih membanggakan.

Berangsur-angsur kemudian saya mencoba memahami kehidupan mereka meski tak seutuhnya, saya mulai tahu bahwa banyak talenta hebat di dunia yang berasal dari orang-orang yang beruntung karena mereka tak dapat meilhat. Ya, mereka beruntung karena mereka mampu mebuktikan pada dunia bahwa dalam segala keterbatasan, mereka masih mampu menjadi orang-orang besar. Seolah mereka sedang menyindir kita yang memiliki penglihatan sempurna, “Lihatlah kami yang tak dapat melihat telah mampu mengguncang dunia dengan prestasi yang bahkan tidak pernah terpikir olehmu, apakah kalian akan kalah dari kami?”

Hellen Keller adalah salah satu orang yang telah dengan keras meyindir kita lewat catatan-catatanya sebagai salah seorang penulis terbesar. Dia, juga penyandang tuna netra.

{ 17 komentar... read them below or add one }

narti said...

makasih banget artikelnya, jadi semakin mensyukuri nikmat-Nya.

sda said...

kehidupan mereka jarang terekspos ya...

Bandit Pangaratto™ said...

Heheh...
banyak kok kisah sukses orang" yang walaupun memiliki banyak keterbatasan tetep menghasilkan karya yang hebat...

baik buta, tuli, lumpuh...

mereka bahkan menjadi motivator untuk manusia-manusia yang normal..! :D

BrenciA KerenS said...

kadang kekurangan malah memotivasi orang yang tidak ingin selalu dikasihani dengan selalu menajdi orang yang berguna daripada orang yang meminta2... teladan yg bagus hellen keller itu.. :)

Fi said...

kok bisa ya tunaetra main bola. KUASANYA, apa yang tidak mungkin jadi mungkin!

Newsoul said...

Yep, katanya jadikan kekurangan pemacu untuk maju.

ryva said...

artikel yang sangat keren, dengan begitu kita akan selalu mensyukuri apa yang ada di hidup kita n tidak bersungut - sungut

RUANG RINDU said...

hem ... itulah mox kuasaNya, penyandang cacat semangat hidupnya tinggi. Ga mau kalah sama yg normal. Tapi jrng sih ya penyandang cacat yg bergaul sama org normal, dilema memang.... pihak sana kadang lebih suka menyendiri (tertutup) sedangkan dr pihak kita (normal) kadangkala banyak yg masih mengucilkan mrk (menjauhi). Yah seenggaknya yg normal lebih bisa memahami gitu.

Edwin's Personal Blog said...

Sangat inspiratif, Mas Jimox. Kita hargai mereka yang punya kekurangan. Dan kita harus bersyukur karena kita adalah sosok yang 'lengkap dan sempurna'.

jimox said...

@ all : yap, makasih komentarnya :)

Rosi Atmaja said...

Maha Sempurna semua ciptaanNya. cuma kita manusia yang melabelkan "cacat"atau""tidak cacat". pasti ada hikmah di balik semuanya. tulisan yang menginpirasi Mox...

ichaelmago said...

cacat fisik bisa ditutupi dengan jiwa yang besar. tapi kalo cacat hati? wah..bahaya :p

catatan kecilku said...

Sungguh hebat orang-2 yang bisa memandang keterbatasan bukan sebagai hambatan untuk maju.

the others.... said...

Tulisannya membuatku malu, karena cepat menyeraoh di saat mendapat masalah. Padahal orang-2 yang memiliki keterbatasan memiliki semangat juang yang luar biasa.

Ngeposting ni yee said...

nIce pOst sObat,,
sAlam kEnal,,

eha said...

buta mata jasmani masih dapat tertanggungkan, buta mata rohani ... itulah yang celaka yang sesungguhnya

ninneta said...

Helen Keller bener2 jadi inspirasi bukan hanya buat mereka yang buta, tapi kita juga.. kadang malahan yang punya mata sehat sebenernya lebih buta dari mereka yang tak bermata

Post a Comment