Cinta Saya Untuk...

Diposkan oleh Jimox

Ada sebuah frase yang sangat terkenal, "tak kenal maka tak sayang". Dalam artian yang sederhana tentu frase ini hampir mutlak benar. Karena faktanya memang sangat mustahil bagi kita untuk menyayangi sesuatu atau seseorang jika kita tidak mengenalnya terlebih dahulu. Kalau sayang saja tidak, bagaimana bisa mencintai?

Kalau sedang dirumah, saya sangat senang bersantai menikmati waktu bersama kaos oblong dan batang rokok. Biasanya saya memilih Djarum Black Menthol. Saya pilih varian Djarum black tersebut karena rasanya ringan, maklum bukan perokok berat^^ hehe... Dan alasan saya menyukai menghabiskan waktu dirumah bersama kaos oblong dan rokok hanya satu, karena mereka membuat saya merasa begitu "bebas".

Ya, saat-saat seperti itu sangat saya cintai, dengan mereka saya merasa beban-beban berat karena pekerjaan, tugas-tugas kuliah, maupun karena memikirkan membangun usaha bisa plong... bener-bener plong. Saya bahkan seringkali tidak peduli apakah kaos yang saya pakai itu sudah penuh dengan lobang-lobang saking lawasnya. Saya juga tidak peduli apakah rokok yang saya hisap itu hasil keringat saya sendiri atau pemberian teman-teman yang memang sering berkumpul dirumah saya jika senggang. Bukankah kata orang cinta itu tidak peduli apa kata orang karena dunia milik berdua? hehe...

Semakin lama semakin menjadi "cinta" saya pada hobi ini. Sampai suatu sore saat melakukan ritual bersama kaos oblong dan rokok, saya berpikir tentang pekerjaan saya. Kenapa saya tidak bisa menikmati pekerjaan saya senikmat sore hari saya bersama kaos oblong dan rokok? Padahal secara logika waras saya, pekerjaan tentu jauh lebih berarti dari kaos oblong dan rokok itu. Padahal kalau sedang sebel dengan pekerjaan, dan berniat resign, saya teringat bahwa inilah pekerjaan yang telah menghidupi saya dan keluarga :(

Dulu ketika pertamakali mengambil pekerjaan ini, saya merasa begitu bersemangat seolah mendapat anugerah yang begitu besar. Tapi kenapa makin lama saya makin bosan? Kenapa cinta saya kepadanya tidak bisa seperti cinta saya pada kaos oblong dan rokok itu? yang makin lama makin terasa menyenangkan.

Kenapa dan selalu kenapa...

Jika pekerjaan saya bisa menangis, tentu ia akan menangis karena telah saya perlakukan dengan sangat tidak adil. Saya telah seringkali membenci pekerjaan saya dan bahkan berniat meninggalkanya saat saya melihat betapa tidak enaknya dimarahi big boss, betapa geramnya saat bawahan tidak patuh, dan saat pasar begitu sulit dikuasai...
***


Saat kaos saya semakin bolong saya semakin sayang padanya.
Saat rokok saya semakin usang saya semakin menikmatinya.
Kenapa saat saya tahu "bolong-bolong" dalam pekerjaan saya, saya tidak bisa semakin mencintainya?

Sudah terlalu banyak saya bertanya "kenapa", sekarang saatnya untuk banyak berkata "karena" :
karena pekerjaan saya sangatlah berarti, saya akan belajar untuk mencintainya...
karena pekerjaan saya menghidupi saya dan keluarga, saya akan bertambah cinta padanya...
karena pekerjaan saya memberikan saya dan keluarga kualitas hidup yang lebih baik, saya akan semakin dan semakin mencintainya...

Sebagaimana saya mencintai keluarga saya, kaos oblong saya, dan rokok saya...
Untuk semua cinta dalam hidup saya...

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment