Fenomena Pengamen

Diposkan oleh Jimox

Sangat jarang saya merasa geram kepada orang yang berprofesi sebagai pengamen, seingat saya hanya satu dua kali. Kegeraman saya tersebut muncul setelah untuk kesekian kalinya beberapa teman mengeluh seperti ini : “Pengamen sekarang pada nggak sopan. Pakaianya ngeri, serba hitam, potongan rambutnya nggak jelas, dan mereka udah pada berani gangguin penumpang yang tidur!”.

Kalau saya geram, justru karena sebenarnya saya menaruh kepedulian pada mereka (para pengamen). Sebelumnya memang saya bersimpati pada mereka. Bagaimanapun mereka juga merupakan bagian dari masayrakat yang berhak mencari rejeki. Dalam segala pro dan kontra tentang keberadaannya, bisa dibilang saya pro terhadap mereka. Namun saya mulai berpikir lagi saat ini, apakah masih pantas mereka kita beri tempat untuk berkreasi?

Dulu yang saya tahu, pengamen-pengamen penuh dengan kesopanan (meskipun tetap ada satu dua yang nakal), mereka benar-benar memunculkan dan menonjolkan bahwa mereka memang musisi meskipun berlabel jalanan.

Namun melihat deskripsi dari teman saya tadi (yang untuk kesekian kalinya), saya pikir kini para pengamen itu lebih cocok mendapat label Black Comunnity atau komunitas hitam dalam arti yang sesungguhnya, sebab mereka sekarang memang menjadi catatan kelam kehidupan jalanan. Mereka kini hanya pemuda-pemuda yang telah menyerah dan lari dari tanggung jawabnya sebagai generasi muda.

Apakah hal ini karena faktor pendidikan mereka? Saya rasa tidak juga, tak perlu tingkat pendidikan yang tinggi untuk tahu bahwa mereka tak boleh menghabiskan berpak-pak Djarum Balck Slimz sementara kondisi mereka sedang sulit. Ya, hanya kemauan yang diperlukan untuk mengerti akan hal itu.

Namun dalam hal ini, tentu sarkasme saya diatas merupakan asumsi pars pro toto… Karena faktanya memang tak semua pengamen seperti itu, masih selalu ada orang-orang baik diantara kelamnya catatan pengamen masa kini. Dan saya percaya, masih cukup gampang untuk menemukan pengamen-pengamen yang beretika.


{ 3 komentar... read them below or add one }

ata said...

hehehehhe iyaaa apalagi yang emo emo gitu. suka bikin kesel sendiri. mana kalo udah bilang maaf eh tetep maksa minta dikasih duit -.-"

dian said...

di jogja pengamen2nya masih banyak yang ramah kok, semoga ya...

resta07 said...

Heelloo…^_^

Visit it http://www.unand.ac.id/arsipua/pnl/

Post a Comment