Makmurnya Negeri Ini

Diposkan oleh Jimox

Saya tidak sedang bercanda dengan judul diatas, saya juga tidak sedang ”tidak sadar” saat membuat tulisan ini. Saya hanya ingin melihat lebih dalam tentang negeri yang amat saya cintai ini dengan lebih jernih.

Saya pernah tergelitik melihat video kontemplasi tentang negeri ini (sayang pas aku upload ke youtube error terus), namun saya sangat salut kepada sang kreator. Sungguh sebuah kreasi seni yang luar biasa, seandainya ada lomba kreasi video kontemplasi layaknya ajang blackinnovationawards saya yakin video itulah pemenangnya (nanti ya saya adakan).

Video itu menyuguhkan konsep yang sangat menarik dimana antara narasi dan gambar yang diperlihatkan menunjukkan makna yang berlawanan, ketika sang narator menyajikan suara tentang negeriku yang makmur dan damai, maka sang gambar justru menampilkan visualisasi tentang pengemis dan anak-anak jalanan serta carut marutnya keamanan di negeri kita...

Sungguh menarik, metode ini mengingatkan saya, bahwa segala sesuatu memang memiliki dua buah sisi yang saling berlawanan. Seperti dua sisi mata pisau kata pepatah, di satu sisi bisa begitu tumpul namun di sisi lain bisa sangat tajam. Tetapi tahukah anda, kalau kedua sisi mata pisau itu jika kita asah dengan sungguh-sungguh, bisa sama tajamnya? Bukankah awalnya kedua sisi pisau tersebut sama-sama tumpul? kemudian dibuat tajam salah satu sisinya agar dapat digunakan. Lantas dari video tersebut manakah yang benar? Sang audio ataukah sang visual? Jangan bilang kalau dua-duanya benar, karena makmur itu relatif.

Dalam kasus ini dengan mata tertutup kita akan tetap tahu kalau negeri kita ini, masih jauh dari kata makmur. Namun seperti halnya filosofi pisau tadi, negeri kita sebenarnya juga memiliki sisi tajamnya (orang-orang suksesnya) tersendiri.

Berangkat dari analogi saya, maka menurut saya sisi tumpul negeri kitapun dapat kita asah! Bukankah begitu? Seharunya, iya. Namun melakukan transformasi memang tidak semudah yang kita bayangkan, berubah dari yang buruk menjadi baik itu bukan hal sepele, demikian juga berpindah dari black community/komunitas hitam (yang sering diplot ”berandal” oleh masyarakat-padahal tidak selalu seperti itu) menuju generasi yang putih bersih adalah sebuah perjuangan panjang dan tidak mudah. Terlebih jika berbicara dalam konteks sebuah bangsa.

Namun seperti yang saya yakini, bahwa tidak ada yang tidak dapat kita wujudkan jika hal itu sudah dapat kita bayangkan. Saya percaya impian kita itu sama halnya dengan sebuah blue print yang (seharusnya) bisa kita capai. Tapi, bagaimana kita bisa mewujudkan semua itu? Ah, salah kalau anda bertanya pada saya... Saya pun tidak tahu jalan mana yang bisa mengantarkan kita pada kemakmuran negeri ini.

Saya cuman bisa mengatakan pada anda, kata orang-orang bijak: untuk merubah yang besar (bangsa kita), konon kita harus memulainya dari sekarang, dari diri kita sendiri, dan dari hal-hal kecil...

Seperti lomba blog yang tengah digelar ini, saya yakin gelaran Djarum Black Blog Vol.1 juga dimulai dari awal yang kecil (aspek peserta,dll), mereka tentu membuat Vol.2 ini lebih ’besar’ daripada Vol 1. Dan saya juga masih percaya kalau sesuatu yang besar itu akan hadir setelah sebelumnya didahului yang lebih kecil. Bukankah tanpa kata kecil kita tidak akan mengenal kata besar? Tapi ini cuma pendapat saya pribadi, saya yakin teman-teman blogger punya jawaban berbbeda, dan semoga kita bisa saling berbagi disini, bukan untuk saya atau anda, karena mungkin kita sudah tidak eksis lagi saat negeri ini makmur, tapi untuk ganerasi depan yang lebih gemilang.

Karena menuju kemakmuran bukanlah sebuah revolusi, melainkan sebuah evolusi... dan kita yang akan mengawali Negeri ini meraih keMAKMURan. Amien...

{ 14 komentar... read them below or add one }

narti said...

indonesia itu kaya, semua ada dan punya, tinggal kita saja bagaimana.

sda said...

jadi makin cinta indonesia...
ayo berbanggalah jadi orang indonesia..
benar, berbenah mulai dari diri kita sendiri, moga ada perubahan ke arah kemakmuran kedepannya nanti.

waroeng coffee said...

aku suka dengan analogimu ttg mata pisau itu, memang kedua sisi itu bisa dibuat sama tajam atau malah sebaliknya, tetapi hidup ini sudah digariskan selalu ada dua sisi yang berbeda... artinya semua itu ada fungsi dan tujuannya yang menjadi satu sistem didalam kehidupan :)

catatan kecilku said...

Sebenarnya Indonesia itu makmur.., hanya saja belum merata ke seluruh lapisan masyarakat. Dan sayangnya, jurang pemisah itu kian hari kian lebar saja.

the others.... said...

Ikut lomba blog ya..? Semoga sukses...

Newsoul said...

Yah, antara harapan dan fakta kadang saling bertolak belakang. Setuju, metoda yang ditampilkan video yang dimaksud jimox itu menarik. Sebuah sindiran tentang bagaimana kita selama ini terlena/dininabobokan oleh kondisi masa lalu, mungkin juga kondisi yang sebenarnya cuma harapan kita. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, memiliki nilai-nilai busdaya yang baik, dan faktanya kini kita tertinggal jauh, korupsi merajalela. Tentu saja selalu ada jalan untuk bangkit, asal kita semua mau.

Bandit Pangaratto™ said...

sipppp...
mari bersama jayakan negeri..!

ryva said...

Negeri kita adalah negeri yang kaya tinggal gimana kita mengolahnya dan menjaga negeri ini dengan sebaik - baiknya

dian said...

Mari kita mulai kemakmuran ini dengan rasa syukur. Bahwa kita masih bangun pagi ini dan mengomentari blog teman-teman kita di sela-sela jam kantor ;-)

Edwin's Personal Blog said...

Negeri kita sesungguhnya memang makmur. Tapi tangan2 kitalah yang membuat kemakmuran itu tergerus. Jadi, kita harus sadar dan mulai mengejar kemakmuran yang hilang itu kembali...

Edwin's Personal Blog said...

Berkunjung lagi, Mas. Hmm kucari kemana-mana kok Mas Jimox nggak ada? Lagi sibukkah Mas... ^_^

ninneta said...

Hai,

datang mau ngucapin

happy lunar
happy valentine's day
happy ash wednesday

buat yang merayakan, yang nggak merayakan semoga bulan penuh cinta ini selalu membawa kebahagiaan dan kedamaian...

Ninneta

ichaelmago said...

kayanya aku pernah liat deh videonya. diputar pas acara keagamaan gitu di sekolah..\
bagus banget videonya..

dewi said...

ya potret yang miris dan sangat kontras dengan kekayaan alam kita yang sebenarnya sangat melimpah ...harus nya negeri ini lebih makmur...

Post a Comment