Saur "Kartini" Manurung

Diposkan oleh Jimox

Pernah mendengar nama Saur ”Kartini” Manurung? Belum? Benar belum?! Hmmm...wajar lah kalau begitu!hehe.. Memang dia lebih dikenal dengan nama Butet Manurung. Wanita kelahiran Jakarta ini adalah figur Kartini masa kini yang sesungguhnya. Dialah penerima award Woman Of The Year dari ANTV pada tahun 2004. Saya juga nggak tahu nih kenapa kata “Butet Manurung” menjadi respon pertama yang diberikan oleh otak saya ketika saya membaca tulisan tentang acara blackinnovationawards dan blackinnovationawards goes to campus. Mungkin karena dua kata itu mengandung dua unsur yang erat kaitannya dengan butet manurung, Innovation dan campus.

Inovasi dan campus memang identik dengan Butet Manurung. Dalam kacamata saya, beliau adalah icon yang tepat saat ini untuk menggambarkan perjuangan dalam dunia pendidikan (yang terkait dalam kata kampus), dan keberanian dalam ”berkreasi (inovasi), maybe that’s why her name become the fisrt respons from my brain :)

Yang saya sukai dari sosok butet adalah ketegasanya dalam berjuang, dia berani dan pandai berinovasi. Hal ini saya lihat dari kemampuanya mengkreasikan pola pendidikan yang tepat bagi kelompok suku pedalaman. Yang mana tak mudah untuk mendidik mereka, bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka merasa belum dan bahkan tidak membutuhkan pendidikan.

Sebesar apapun potensi seseorang jika mereka tak punya kemauan belajar, apakah mereka akan dapat berkembang? Tentu tidak! Namun disini tangan dingin butet, tekad bajanya, dan ide-ide kreatifnya telah membuat semua kesulitan itu pudar...

Kegigihanya berjuang memberikan pendidikan yang tepat bagi orang-orang pedalaman dengan cara menyelami benar-benar pola hidup mereka, patutlah diacungi 2 jempol. Tak banyak orang-orang di negeri ini yang "akan" mau berkarya seperti beliau, sekali lagi yang akan mau, bukan mampu. Karena saya percaya bahwa banyak orang di negeri ini yang mampu melakukan hal-hal seperti yang beliau lakukan.

Nama asli beliau adalah Saur Marlina Manurung, dan lebih dikenal dengan panggilan ”butet”. Dan jika saya menambahkan nama ”Kartini” di sela-sela nama beliau itu, karena saya beranggapan bahwa memang sosok butet lah yang menurut saya,dan yang saya ketahui saat ini sebagai orang yang mengabdi setulus Ibu Kartini, dialah orang yang memberdayakan masyarakat se-concern Ibu Kartini...

Dialah, Kartini masa kini...



{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment